Kamis, 22 Oktober 2020

Analisis Faktor dengan R

Penggunaan aplikasi/program berlisensi (berbayar) untuk analisis data statistik seperti SPSS, Bilog-MG, Liserel, Parscale dan lainnya sangat rentan dengan masalah hak cipta (copy right), lebih-lebih banyaknya aplikasi bajakan yang beredar. Bagi sebagian orang mungkin hal semacam ini tidaklah persoalan, tapi bisa menjadi masalah besar dikemudian hari ketika ketahuan bahwa aplikasi yang kita gunakan itu palsu atau bajakan (pelanggaran UU hak cipta). 

Oleh karena itu, saya lebih menyarankan penggunaan aplikasi yang sifatnya open source (gratisan) seperti aplikasi R untuk menganalisis data statistik. Hanya saja, perlu memahami perintah atau transkrip yang digunakan (namanya aja gratisan_perlu kerja ekstra).

Baiklah sobat, kali ini kita belajar tentang Analisis Faktor. Analisis Faktor adalah analisis data statistik yang digunakan untuk mendeskripsikan pola data, sehingga kita bisa mengetahui apakah variabel yang diteliti memang berasal dari satu atau lebih faktor sesuai dengan teori yang kita gunakan atau yang telah didefinisikan secara operasional pada variabel yang kita teliti. 

Analisis Faktor memuat Principle Component Analysis (PCA) yang terdiri dari Exploratory Factor Analysis (EFA) dan Confirmatory Factor Analysis (CFA)


EFA biasanya dilakukan pada langkah awal, yaitu untuk mengetahui item pertanyaan mana yang mestinya masuk di komponen yang mana (dieksplorasi), setelah itu baru analisis dilanjutkan dengan CFA untuk mengkonfirmasikan (membuktikan) apakah item dan variabel tertentu memang sesuai dengan model yang telah dibuat berdasarkan teori/penelitian sebelumnya.  

  

Selasa, 20 Oktober 2020

Kecocokan Butir dengan Model dalam IRT

Data hasil pengukuran yang akan dianalisis dengan IRT, terlebih dahulu dianalisis kecocokan model yang bersesuaian dengan IRT, apakah data lebih cocok dengan model 1 Paramater Logistik (1PL), 2PL, 3PL, 4PL, NRT (Nominal Response Theory). 

Caranya bisa menggunakan pendekatan statistik seperti (Chi-Kuadrat, Chi-Kuadrat Likelihood), dengan cara grafis (ICC). Untuk lebih jelasnya, ikut kuliahnya Prof. Dr. Heri Retnowati, M.Pd. (Pakar Matematika dan Pengukuran Universitas Negeri Yogyakarta).


 


Senin, 05 Oktober 2020

Pendekatan Kuantitatif ataukah Kualitatif?

Udah belajar trik menemukan dan menentukan tema/topik judul penelitian, masih bingung dengan pendekatan yang akan digunakan untuk melakukan/menganalisis data penelitian? Semoga video ini bisa mengenalkan kita lebih dekat dengan jenis penelitian dan pendekatan yang tersedia. 


Banyak teman guru yang bertanya, kapan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif? Pertanyaan ini banyak sekali dilontarkan pada fase pra penelitian. Sebenarnya pertanyaan ini tidak perlu muncul, jika guru secara sadar memposisikan diri mereka sebagai peneliti, bukan semata-mata sebagai mesin transfer ilmu pengetahuan seperti ATM atau institusi jasa pengiriman uang dan barang manual lainnya. 

Sebagaimana dikatakan pada postingan sebelumnya, bahwa paradigm itu adalah dasar/fondasi yang mengantarkan peneliti kepada bagaimana dia melihat suatu persoalan dari ranah ilmu pengetahuan yang dimiliki, sehingga dia juga akan mampu memilih dengan cara bagaimana ia akan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Kuantitatif atau kualitatif, statistic atau naratif adalah pendekatan dan pisau analisis bukan sesuatu yang substantive dalam program peningkatan kualitas/mutu pembelajaran di kelas. Meskipun gergaji dan kapak adalah alat pemotong kayu yang bagus, akan tetapi akan sangat tidak elok jika gergaji dan kapak digunakan untuk memotong kue tar atau memotong kain batik.


Tips dan Trik Tercepat Membuat Proposal Penelitian

 

Sobat forum, gimana kabar kalian? Tentunya sehat-sehat aja bukan? Nah, kali ini kami akan membagikan sedikit pengalaman , boleh dibilang rahasia bagi mahasiswa semester akhir (yang sedang menyusun skripsi dan tesis), peneliti pemula, serta siapa saja yang baru memulai berkecimpung di dunia penelitian.

Menentukan judul penelitian, menyusun proposal lengkap dengan baretnya dalam waktu hanya beberapa hari (3-7 hari), bisa jadi hanya semalam (tergantung motivasi, tingkat kreatifitas dan ketersediaan perangkat yang dibutuhkan).  Ups…! Ini bukan sulap bukan sihir ya gaes.

gb. skripsimahasiswa.blogspot.com

Kamis, 01 Oktober 2020

Review dan Resensi, Sama Gak Sih?

Postingan mengenai review>< resensi buku sangat banyak dan sangat lengkap, saya tidak berharap banyak sobat forum berkenan membaca postingan saya kali ini. Hanya saja berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan mahasiswa atau sobat forum via medsos ataupun japri. 

gb. cnnindonesia.com


Menurut saya resensi dan review berbeda dari satu hal yaitu bahwa resensi buku bertujuan menceritakan kembali seraya memberi penilaian terhadap keseluruhan buku (mulai dari cover sampai isinya) dan dipublikasikan (agar orang lain mengetahui karya yang diresensi) sedangkan review buku (karya) adalah kegiatan yang dilakukan dengan tujuan tidak hanya sekadar menceritakan kembali karya-karya tersebut, namun berusaha memberikan analisa secara ilmiah berdasarkan bidang keilmuan, membuat keterkaitan dan memberi simpulan yang didasarkan atas perbandingan buku yang direview dengan beberapa karya lainnya pada topik/tema yang sama.

Kalau sobat forum ingin lebih dalam mempelajari persamaan dan perbedaan resensi dan review, berikut saya sediakan link yang sekiranya bisa membantu. 

Panduan Meresensi Buku

https://www.quipper.com/id/blog/mapel/bahasa-indonesia/contoh-resensi-buku    

Panduan Mereview Buku

https://www.minerva.id/2019/04/panduan-menulis-review-buku-oleh.html

Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Merumuskan Masalah Penelitian

Merumuskan masalah penelitian bukanlah pekerjaan yang gampang, tidak sedikit kawan-kawan mahasiswa kebingungan dan tidak jarang pula para ahli mengalami kesulitan dalam hal ini. Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan dalam merumuskan masalah penelitian 

gb. tribunnews.com

#1. Mengumpulkan data tanpa mendefinisikan dengan baik rencana atau tujuan, membuat beberapa arti/makna dari pengetahuan yang dimiliki sebelumnya.
Seringkali mahasiswa atau peneliti pemula melakukan pengumpulan data terlebih dahulu begitu dia mendapat ide/gagasan penelitian yang hendak dilakukannya, tanpa membuat kerangka acuan atau rencana dan tujuan penelitian. Akhirnya yang terjadi adalah data yang sudah dikumpulkan dipaksakan untuk bisa digunakan, sehingga terjadi kesalahan fatal. Data tidak match dengan masalah faktual yang diteliti berdampak kepada salahnya simpulan yang diambil. 

Ulasan Novel "TAIKO"

 

Judul               : “TAIKO”

Pengarang       : Eiji Yoshikawa

Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit   : 2019

Alih Bahasa    : Hendarto Setiadi

Cover


 

Novel setebal 1142 halaman ini mengisahkan banyak hal tentang negeri Jepang dengan ragam budaya dan keunikan kisah para kesatria yang berjasa dalam membangun Jepang menjadi sebuah kerajaan besar dan tersohor di seantero negeri. Penulis memulai tulisannya dengan mengisahkan kehidupan sosok bocah bernama Hiyoshi yang memiliki raut wajah seperti monyet, kehidupan Hiyoshi dan keluarganya sangat memperihatinkan, ayahnya Yaemon hanyalah seorang mantan samurai cacat yang tidak bisa berbuat banyak mencarikan nafkah keluarganya. Sejak ayahnya meninggal dan ibunya menikah lagi dengan lelaki lain, kerap kali Hiyoshi dibentak, dihardik dan diusir ayah tirinya. Keadaan ini membuat Hiyoshi mengambil pilihan untuk berkelana ke seluruh penjuru negeri, melihat, mendengar, belajar dan bersosialisasi dengan banyak orang.  

Cara Mudah Mereview Artikel Ilmiah

Sobat forum kali ini saya akan membagikan beberapa tips dan cara mudah dalam mereview artikel ilmiah pada jurnal nasional maupun internasional. Postingan semacam ini, tentunya udah banyak diposting di banyak situs. Tapi jangan khawatir, apa yang saya posting bukanlah sulap bukan sihir apalagi plagiat alias duplikasi dari milik orang lo yaaa... 

Tahapan review artikel kita bagi menjadi 3 (tiga) saja biar lebih gampang ngingetnya, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi/pelaporan.


Gb. coruscatesolution.com